
SM.COM, Pemerintah Provinsi Maluku kembali menegaskan pentingnya menjaga persatuan, menumbuhkan pola pikir kritis, serta mengoptimalkan kontribusi generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Pesan ini disampaikan melalui sambutan tertulis Gubernur Maluku yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah, Sadali Ie, dalam acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh DPD KNPI Provinsi Maluku, Kamis (26/03/2026), di Grand Avira Ambon.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen penting, mulai dari Forkopimda, anggota DPR RI dapil Maluku, DPRD Provinsi Maluku, perwakilan pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa. Kehadiran lintas sektor ini menjadi simbol kuat kebersamaan dalam membangun Maluku yang lebih maju.
Dalam sambutannya, Gubernur Maluku turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim, khususnya di Maluku. Ia berharap momen suci ini dapat menjadi ajang mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat saling memaafkan di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar tradisi tahunan, Halal Bihalal ini dipandang sebagai ruang strategis untuk memperkokoh persatuan dalam keberagaman. Mengusung tema “Merawat Nilai, Menjaga Nalar, dan Mempersatukan Kebersamaan dalam Keberagaman Maluku”, kegiatan ini dinilai relevan dengan berbagai tantangan sosial yang dihadapi saat ini.
Konsep “merawat nilai” dimaknai sebagai upaya menjaga dan melestarikan budaya serta kearifan lokal sebagai identitas masyarakat Maluku. Sementara “menjaga nalar” menekankan pentingnya sikap kritis, bijak, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Adapun “mempersatukan kebersamaan” menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan Maluku yang maju, adil, dan sejahtera.
Gubernur juga menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran sentral dalam menentukan arah masa depan daerah. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas, komitmen, serta kontribusi nyata pemuda dalam pembangunan. Ia menilai, pemuda Maluku adalah kekuatan besar yang harus terus diberdayakan melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan generasi muda.
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPR RI dapil Maluku, Saadiah Uluputty, mengajak generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai luhur serta mengasah nalar kritis sebagai fondasi dalam merawat persatuan. Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis sebagai perekat sosial yang lahir dari idealisme dan pola pikir yang tajam.
“Ketika pemuda menggaungkan pentingnya menjaga nilai dan nalar, itu menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk menjadi pengikat dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberagaman di Maluku merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Pembangunan tidak akan berjalan optimal jika masih ada sikap ego sektoral maupun kepentingan pribadi yang mendominasi.
“Maluku tidak bisa dibangun secara parsial. Kita harus bersatu, bergandengan tangan. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan alasan untuk semakin kuat bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Saadiah mengingatkan bahwa Maluku masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk persoalan kemiskinan. Oleh karena itu, peran generasi muda menjadi sangat penting dalam mendorong perubahan. Ia juga menyoroti dinamika global yang terus berkembang dan berpotensi memengaruhi kondisi sosial, ekonomi, hingga politik daerah, sehingga stabilitas dan kedamaian harus terus dijaga.
“Kita hidup dalam satu ruang yang sama. Karena itu, penting menciptakan kehidupan yang aman, damai, dan harmonis agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, untuk memperkuat kolaborasi. Dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki, Maluku dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang lebih maju.
“Maluku harus dibangun bersama. Bukan hanya oleh pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi oleh semua pihak dengan visi yang sama,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai persaudaraan, toleransi, dan semangat kerja sama semakin mengakar kuat, sehingga mampu mendorong terwujudnya pembangunan Maluku yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. **(Nasya)








Komentar