SM.COM, Upacara Hardiknas 2026 di Balai Kota Ambon, Senin 4 Mei 2026, mengalir tenang namun penuh makna. Di hadapan para pendidik dan ASN, Wali Kota Bodewin Wattimena memilih momen itu bukan hanya untuk mengenang Ki Hadjar Dewantara, tapi juga menakar denyut pelayanan kota.
Dengan nada teduh, Wattimena mengajak semua pihak merenung. “Ambon ini hujan setiap waktu. Itu anugerah. Tugas kita memastikan anugerah itu sampai jadi air bersih di rumah warga,” ujarnya.
Ia menyebut PDAM Tirta Yapono sebagai ujung tombak. Bukan lewat teguran keras, melainkan ajakan: kerja lebih cermat, distribusi lebih merata. Sebagai ikhtiar awal, Pemkot Ambon menggandeng pihak swasta, termasuk Citraland, untuk memperluas jaringan pipa ke kawasan permukiman selama 2026.
Hardiknas juga jadi panggung apresiasi. Wattimena secara khusus menyebut Dinas Pemadam Kebakaran yang baru saja mengharumkan nama Ambon di ajang ketangkasan tingkat nasional di Palembang.
Ia tak lupa mengangkat topi untuk Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan, dan Kominfo. “Ada tim yang siaga saat warga butuh bantuan, dari malam sampai menjelang subuh. Itu wajah pelayanan yang kita rawat bersama,” katanya. Bagi Wali Kota, dedikasi senyap seperti itu adalah bukti pemerintah hadir tanpa jeda.
Menatap hari jadi Kota Ambon ke-451, Wattimena menitip pesan tentang kebersamaan. “Tantangan kota ini terlalu besar untuk dipikul sendiri. Mari kita rajutan kerja lintas sektor, agar hasilnya dirasa semua warga,” pesannya.
Mengunci amanatnya, ia kembali ke roh Hardiknas. “Selamat Hari Pendidikan Nasional bagi seluruh guru. Teruslah menjadi pahlawan tanpa tanda jasa, menjadi lentera bagi generasi emas Ambon,” tutup Wattimena, disambut anggukan dan tepuk tangan. (*










Komentar