SM.COM, POLDA MALUKU – Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional terus diperkuat jajaran kepolisian di wilayah Maluku. Polsek Saparua melaksanakan kegiatan perawatan bibit jagung melalui penyiraman pupuk di lahan ketahanan pangan yang berlokasi di Kampung Baru, Negeri Saparua, Rabu (25/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 17.00 hingga 18.05 WIT ini dipimpin langsung oleh Wakapolsek Saparua IPDA Arnold D. H. Sihombing, S.H., serta melibatkan personel Polsek, penyuluh pertanian, dan perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia tingkat Kecamatan Saparua.
Perawatan tanaman dilakukan dengan metode pemupukan berimbang menggunakan kombinasi pupuk NPK dan urea dengan rasio 2:1. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara utama tanaman jagung, seperti Nitrogen, Fosfat, dan Kalium, guna mendorong pertumbuhan optimal.
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Saparua, Matheos Lawalata, bersama tim turut mendampingi proses pencampuran hingga aplikasi pupuk di lapangan. Pupuk ditanam langsung di sekitar tanaman jagung untuk memastikan penyerapan nutrisi yang maksimal.
Kapolsek Saparua menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Perawatan bibit jagung melalui pemupukan ini menjadi langkah penting untuk memastikan tanaman tumbuh sehat dan produktif. Kami berkomitmen mendukung program ketahanan pangan dengan mengoptimalkan setiap tahapan budidaya,” ujar Kapolsek Saparua.
Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan instansi pertanian menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pengelolaan lahan ketahanan pangan.
“Kolaborasi dengan penyuluh pertanian sangat membantu dalam menentukan metode dan komposisi pupuk yang tepat. Dengan perawatan yang terukur, kami optimistis hasil panen akan meningkat,” tambahnya.
Secara teknis, penggunaan pupuk urea dengan kandungan Nitrogen tinggi yang dikombinasikan dengan NPK dinilai efektif untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, memperkuat batang, serta merangsang pembentukan tunas baru. Selain itu, metode ini juga dinilai lebih efisien dari sisi biaya dibandingkan penggunaan pupuk tunggal.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif, mencerminkan kesiapan Polsek Saparua dalam mengintegrasikan tugas keamanan dengan peran strategis di sektor pertanian.
Langkah Polsek Saparua menunjukkan pendekatan progresif Polri dalam mendukung sektor pertanian berbasis kolaborasi. Penggunaan metode pemupukan berimbang menjadi indikator bahwa program ketahanan pangan tidak dijalankan secara simbolik, melainkan berbasis pengetahuan teknis yang terukur.
Di tengah tantangan ketahanan pangan global, upaya seperti ini menjadi penting untuk memastikan produktivitas tetap terjaga. Sinergi antara aparat keamanan dan tenaga ahli pertanian juga memperkuat efektivitas program di tingkat lokal, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara sebagai penggerak pembangunan yang adaptif dan solutif. (*










Komentar